PENGARUH PEMBENTUKAN KO-KRISTAL PIRIMETAMIN-ASAM FUMARAT TERHADAP KELARUTAN DAN LAJU DISOLUSINYA

Riskia Putri Peratiwi, Fikri Alatas, Fani Wahyuni, Rani Sugandi, Hestiary Ratih, Faizal Hermanto

Sari


ABSTRAK

 

Pirimetamin (PIR) adalah suatu obat antimalaria dengan kelarutan yang buruk di dalam air, sehingga ketersediaan hayatinya rendah. Pembentukan ko-kristal dapat mempengaruhi kelarutan dan laju disolusi bahan aktif farmasi tanpa mengubah aktivitas farmakologinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembentukan ko-kristal pirimetamin (PIR) dengan asam fumarat(FUM) terhadap kelarutan dan laju disolusi pirimetamin. Ko-kristal PIR-FUM dibuat dalam perbandingan stoikiometri ekuimolar menggunakan metode penggilingan basah dengan menggunakan campuran pelarut aseton:air(1:1). Karakterisasi ko-kristal dilakukan dengan metode difraksi sinar-X serbuk, spektrofotometri infra merah, dan mikroskopik. Uji kelarutan dan uji laju disolusi dilakukan di dalam media air dan larutan dapar pH 1,2; 4,5; dan 6,8. Pola difraksi sinar-X serbuk hasil penggilingan basah berbeda dengan pola difraksi komponen-komponen murninya yang mengindikasikan terbentuknya ko-kristal PIR-FUM. Ko-kristal PIR-FUM mempunyai kelarutan dan laju disolusi lebih tinggi daripada pirimetamin murni.

 

Kata kunci : Pirimetamin, asam fumarat, penggilingan basah, ko-kristal.

 

ABSTRACT

 

Pyrimethamine (PIR) is an antimalaria drug with poor solubility in water, so its bioavailability is low. Co-crystal formation can affects solubility and dissolution rate of  active pharmaceutical ingredient  without altering its pharmacological activity. The aim of this study was to investigate the influence of co-crystal formation between pyrimethamine (PIR) and fumaric acid (FUM) on the solubility and dissolution rate of pyrimethamine. PIR-FUM co-crystal was prepared in equimolar stoichiometric ratio by a solvent-drop grinding method. Characterization of co-crystal was conducted by  powder X-ray diffractometry, infrared spectroscopy, and microscopy methods. X-ray powder diffraction pattern of the solvent-drop grinding result was different from diffraction pattern of pure components that indicate the formation of PIR-FUM co-crystal. PIR-FUM co-crystal has solubility and dissolution rate higher than pure pyrimethamine.

 

Keywords:       Pyrimethamine, fumaric acid, solvent drop grinding, co-crystal.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Alatas,F., SoewandhiS.N., Sasongko, L., Ismunandar, Uekusa, H. 2014. Cocrystal Formation Between Didanosine And Two Aromatic Acids. Int J Pharm Pharm Sci, Vol 5, Suppl 3: 275-280.

Alatas,F., SoewandhiS.N., Sasongko, L., Ismunandar. 2011. Pengaruh Penggilingan Terhadap Karakteristik Padatan Didanosin. Jurnal Sains Materi Indonesia. Vol 13 (No 1): ISSN 1411-1098 hal 67-71.

Alatas,F., SoewandhiS.N., Sasongko, L., Ismunandar.2014. Kelarutan dan stabilitas Kimia Kompleks Didanosin Dengan Nikotinamid Atau L-Arginin. Jurnal Sains Materi Indonesia. Vol. 15 (No. 2): hal, 94-102.

Basavoju, S., Dan Bostrom, Sitaram P. Velaga. 2007. Indomethacin Saccharin Cocrystal : Design, Synthesis and Preliminary Pharmaceutical Ingredients. Pharmaceutical Research. Vol.25 (No.3): 530-540.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1995 halaman 725. Farmakope Indonesia. Edisi IV, Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan. Jakarta.

Departemen Kesehatan. 2010.Riset Kesehatan Daerah. Balitbangkes Kemenkes RI. Jakarta.

Erizal Z., dkk. 2011. Peningkatan Laju Pelarutan Trimetoprim Melalui Metode Ko-Kristalisasi Dengan Nikotinamida .Jurnal Farmasi Indonesia. Vol. 5 (No. 4): 205 -212.

Fabian, Laszlo, et al. 2006. Cocrystals of Fenamic Acids with Nicotinamide.Crystal Growth & Design: 3522-3527.

Karki, S., T. Friscic, L. Fabian, P. R. Laity, G. M. Day, and W. Jones. 2009. Improving Mechanical Properties of Crystalline Solids by Cocrystal Formation: New Compressible Forms of Paracetamol.J. Adv. Material. Vol. 21: 3905-3909.

Kun, N., e et al., Monitoring Ambroxol Hydrochloride Sustain Release Tablet Release by Fiber-Optic Drug Dissolution In Situ Test System, diperoleh dari http://www.pharmainfo.net, 09 Juni 2015.

Onyeji, Cyprian O., Sharon I, Omoruyi., Francis A. Oladimeji., Julius O. Soyinka. 2009. Physicochemical Characterization a Dissolution Properties of Binary System of Pyrimethamine and 2-Hydroxypropyl-β-Cyclodextrin. African Journal of Biotechnology. Vol 8;1651-1659.

Qiao,N., et al. 2011. Pharmaceutical cocrystals: An overview. International Journal of Pharmaceutics. 419: 1– 11.

Schultheiss N, Newman A. 2009. Pharmaceutical cocrystals and their physicochemical properties. Cryst Growth; 9(6):2950-67.

Shanpui P, Goud NR, Khandavilli UBR, Nangia A. 2011. Fast dissolving curcumin cocrystals, Cryst Growth. 11:4135-45.

Stippler E., Predictive Dissolution Methods, diperoleh dari http://rnedia server.aapspharmaceutica.com/rneetings/webinars/apq3/dissolution.pdf., 09 Juni 2015.

Trask AV., Motherwell WDS., Jones W. 2004. Solvent-drop Grinding: Green Polymorph Control of Cocrystallisation. Chem Commun; 890-891.




DOI: http://dx.doi.org/10.26874/kjif.v4i1.55

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Visitors Statistic

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.