Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi https://kjif.unjani.ac.id/index.php/kjif <p><img src="https://kjif.unjani.ac.id/index.php/kjif/management/settings/context/undefined" /></p> <p>Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi (KJIF) merupakan media publikasi ilmiah dalam bidang kefarmasian yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani, bekerjasama dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).</p> <p>Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi (KJIF) diterbitkan dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Kartika Jurnal Ilmiah Farmasi menerima naskah publikasi yang berasal dari universitas, instansi pemerintahan, lembaga yang memiliki aktivitas dalam riset, ilmu pengetahuan dan teknologi. Naskah yang akan dimuat adalah hasil seleksi oleh <em>peer review</em> menggunakan sistem <em>blind review</em> dan telah disetujui oleh Dewan Editor, serta belum pernah dimuat di dalam jurnal ilmiah yang lain.<br /><br />Ruang lingkup artikel yang diterbitkan adalah:<br />- Farmasetika<br />- Kimia Farmasi<br />- Kimia Analisa<br />- Farmasi Fisika<br />- Farmakognosi dan Etnobotani<br />- Natural Produk<br />- Farmakologi dan Toksikologi<br />- Praktik Kefarmasian dan Farmasi Rumah Sakit<br />- Farmakogenomik<br />- Farmakoekonomi<br />- Studi Kasus dan Uji Klinis</p> <p> </p> <p> </p> <h3>Sponsors</h3> <p>Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Provinsi Jawa Barat (PD IAI Jawa Barat)</p> id-ID <p><br />Penulis yang menerbitkan artikel pada jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:</p> <ol> <li>Penulis memberikan hak cipta dan jaminan atas artikel sebagai publikasi pertama, yang memberikan kesempatan pada orang lain untuk membagi artikel dibawah lisensi <a href="https://creativecommons.org/licenses/">Creative Commons Attribution License</a></li> <li>Penulis dapat melakukan perubahan dan menambahkan untuk pendistribusian artikel yang terpublikasi secara non eksklusif (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.</li> <li>Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat mengarah pada pertukaran produktif, serta kutipan pekerjaan sebelumnya dan lebih besar yang diterbitkan (Lihat <a href="http://opcit.eprints.org/oacitation-biblio.html">The Effect of Open Access</a>).</li> </ol> kjif@unjani.ac.id (Redaksi KJIF) kjif@unjani.ac.id (Redaksi KJIF) Kam, 29 Peb 2024 01:27:42 +0800 OJS 3.2.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 POTENSI EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe var. sunti), PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urb.) DAN KAYU MANIS (Cinnamomum Burmanni (C.Ness & T.Ness)) SEBAGAI HERBAL PENUNDA KEPIKUNAN https://kjif.unjani.ac.id/index.php/kjif/article/view/650 <p>Demensia atau kepikunan merupakan sindrom yang disebabkan oleh gangguan di otak. Sebanyak 60-70% demensia disebabkan oleh penyakit alzheimer. Penyakit alzheimer disebabkan oleh adanya penurunan asetilkolin (ACh) karena dihidrolisis oleh enzim asetilkolinesterase (AChE). Penghambatan aktivitas enzim AChE digunakan sebagai terapi penyakit alzheimer. Tanaman herbal memiliki potensi untuk menghambat enzim asetilkolinesterase karena memiliki banyak kandungan kimia. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan aktivitas peghambatan enzim AChE dari 3 jenis tumbuhan yang ada di Indonesia yaitu jahe merah (<em>Zingiber officinale </em>Roscoe var. <em>sunti</em>), pegagan (<em>Centella asiatica </em>(L.) Urb.<em>)</em>, dan kayu manis (<em>Cinnamomum burmanni </em>(C.Ness &amp; T.Ness)) serta kombinasi masing-masing ekstrak. Proses ekstraksi simplisia menggunakan metode maserasi dalam etanol 96%. Pengujian aktivitas penghambat asetilkolinesterase (AChE) menggunakan metode <em>Ellman</em>. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol herba pegagan, dan kulit kayu manis berturut-turut sebesar 818,011 ug/mL dan 186,737 ug/mL, sedangkan ekstrak etanol jahe merah memiliki nilai <em>IC<sub>50</sub> </em>&gt; 1000 ug/mL. Nilai <em>IC<sub>50</sub></em> zat aktif donepezil adalah 0,277 ug/mL. Ekstrak etanol kulit kayu manis menunjukkan aktivitas penghambatan enzim AChE paling baik. Kombinasi ekstrak rimpang jahe merah dan kulit kayu manis dengan nilai <em>IC<sub>50</sub></em> 293,166 ug/mL lebih lemah dari ekstrak tunggalnya, diduga sifat kombinasi kedua ekstrak tersebut antagonis. Ekstrak etanol kulit kayu manis paling berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai herbal penunda kepikunan.</p> <p><strong>Kata kunci </strong>: Kepikunan, jahe merah, pegagan, kayu manis.</p> <p> </p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Dementia is a syndrome caused by a variety of brain </em><em>disorder</em><em>. About 60-70% dementia is caused by alzheimer disease. Decrease in acetylcholine level led by the hydrolysis of acetylcholinesterase enzym (AChE) has been the common cause of Alzheimer disease. Inhibitory activity of AChE enzyme is used in the alzheimer disease therapy. Herbal plants have the potential as the AChE inhibitor because it contains a lot of chemical compounds. </em><em>This study aims at studying the inhibitory activity of acetylcholinesterase enzyme of three plants existing in Indonesia, namely Red Ginger (Zingiber officinale Roscoe var. sunti), Gotu Kola (Centella asiatica </em>(L.) Urb.<em>) and Cinnamon (Cinnamomum burmanni </em>(C.Ness &amp; T.Ness)<em>) as well as the combination of their respective extracts. Simplicia was extracted with maceration method using ethanol 96%. AChE inhibitory activity was tested using Ellman method. The results show that IC<sub>50</sub></em> <em>value of ethanolic extracts of Gotu Kola and Cinnamon herbs are 818.011 ug/mL and 186.737 ug/mL respectively, while for red ginger is &gt; 1000 ug/mL. The IC<sub>50</sub> value of donepezil active substance is 0.277 ug/mL. Ethanolic extract of Cinnamon was found to have the best inhibitory activity of AChE enzyme. Combined extracts of red ginger and cinnamon with the IC<sub>50</sub> value of 293.166 ug/mL has been the most effective inhibitor of AChE enzyme. Cinnamon ethanolic extract has the greatest potential for further development in the herbal extracts for dementia prevention.</em></p> <p><strong><em>Keywords </em></strong><em>: dementia, red ginger, gotu kola, cinnamon.</em></p> Gerardine Emeralda, Soraya Riyanti, Yenni Karlina Hak Cipta (c) 2023 Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://kjif.unjani.ac.id/index.php/kjif/article/view/650 Sab, 30 Des 2023 00:00:00 +0800 REVIEW: POTENSI BOREH USADA BALI BERBASIS KEARIFAN LOKAL DENGAN BAHAN UTAMA MELATI PUTIH SEBAGAI ANTIBAKTERI PROPIONIBACTERIUM ACNES https://kjif.unjani.ac.id/index.php/kjif/article/view/643 <p>Boreh Usada Bali merupakan sarana pengobatan masyarakat Hindu Bali terbuat dari kombinasi tumbuh-tumbuhan yang memiliki khasiat obat. Berdasarkan Usada Taru Pramana tanaman melati putih (<em>Jasminum sambac</em>) memiliki potensi untuk mengurangi jerawat. Boreh Usada Bali dibuat dengan bahan utama khasiat daun melati putih dikombinasikan dengan bahan pendukung khasiat seperti beras, kulit batang kayu manis, kayu cendana, rimpang lempuyang, rimpang kunyit, buah pala, dan garam. Review dilakukan terhadap sediaan boreh dengan komposisi bahan melati putih dan bahan alam lainnya sebagai pendukung khasiat antibakteri terhadap <em>Propionibacterium acnes</em>. Penyusunan artikel ini menggunakan metode studi literatur yang tergolong dalam penelitian deskriptif kualitatif secara sistematis. Potensi boreh Usada Bali melati putih didukung oleh beberapa penelitian tentang antibakteri dari komponen di dalam boreh. Hal ini karena, melati putih dilaporkan memiliki senyawa tanin dan flavonoid dan untuk bahan pendukung khasiat boreh lainnya mengandung senyawa aktif utama seperti kulit batang kayu manis (sinamaldehid dan eugenol), kayu cendana (alfa-santalol, beta-santalol, dan epi-beta-santalen), lempuyang (zerumbon), kunyit (kurkuminoid), dan pala (monoterpen) dengan mekanisme masing-masing yang berperan sebagai antibakteri terhadap bakteri <em>Propionibacterium acnes</em>. Sediaan boreh dengan bahan utama khasiat melati putih dan bahan pendukung khasiat boreh (kulit batang kayu manis, kayu cendana, rimpang lempuyang, rimpang kunyit, buah pala) berpotensi sebagai antibakteri terhadap <em>Propionibacterium acnes</em>.</p> <p> </p> <p><strong>Kata kunci: </strong>Antibakteri, boreh, jasminum sambac, <em>propionibacterium acnes</em>, usada bali.</p> <p> </p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Boreh Usada Bali is a Balinese Hindu community healing tool made from a combination of plants that have medical efficacy. White jasmine (Jasminum sambac), is a plant in Usada Taru Pramana, that potentially reduce</em><em>s</em><em> acne. Boreh Usada Bali is made by</em><em> leaf</em><em> white jasmine’s efficacy combined with supporting ingredients such as rice, cinnamon, sandalwood, bitter ginger, turmeric, nutmeg, and salt. </em><em>Review boreh preparations with a composition of white jasmine’s and other natural ingredients as supporting antibacterial properties against Propionibacterium acnes. Review article was conducted with a literature review method which is classified as a systematic qualitative descriptive study. Potentially of boreh Usada Bali white jasmine’s is supported by several studies on the antibacterial properties of the components in boreh. This is because, white jasmine is reported to have tannins and flavonoids compounds </em><em>and supporting efficacy ingredients boreh contain active compounds with </em><em>cinnamon</em><em> (cinnamaldehyde and eugenol)</em><em>, sandalwood</em><em> (alpha</em><em>-santalol, beta-santalol, and epi-beta-santalen</em><em>)</em><em>, bitter ginger</em><em> (zerumbon)</em><em>, turmeric</em><em> (curcuminoid)</em><em>, </em><em>and </em><em>nutmeg</em><em> (monoterpen)</em><em> with their respective mechanisms which act as antibacterial agents against bacteria Propionibacterium acnes</em><em>. </em><em>Boreh with the main ingredient of white jasmine </em><em>and </em><em>combined with supporting ingredients </em><em>(</em><em>cinnamon, sandalwood, bitter ginger, turmeric, nutmeg)</em> <em>potentia</em><em>lly </em><em>to antibacterial activity</em><em> of </em><em>Propionibacterium acnes</em><em>.</em></p> <p> </p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>A</em><em>n</em><em>tibacterial, boreh, jasminum sambac, propionibacterium acnes, usada bali</em></p> <p> </p> Gede Sugiartha Giri, Ni Luh Putu Vidya Paramita Hak Cipta (c) 2023 Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://kjif.unjani.ac.id/index.php/kjif/article/view/643 Kam, 29 Peb 2024 00:00:00 +0800 REVIEW: STUDI KANDUNGAN FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI TAKOKAK (Solanum torvum SW.) https://kjif.unjani.ac.id/index.php/kjif/article/view/644 <p>Takokak (<em>Solanum torvum </em>Sw.) merupakan tanaman yang banyak digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk menyembuhkan berbagai penyakit, salah satunya dikaitkan dengan efeknya untuk mengobati infeksi karena bakteri. Penulisan artikel ini dimaksudkan untuk memberikan informasi terkait kandungan kimia dalam <em>S. torvum</em> dan potensinya sebagai antibakteri. Penyusunan artikel ini menggunakan metode <em>literature review</em> terhadap artikel yang telah terpublikasi baik di jurnal ilmiah nasional maupun internasional. Hasil: Daun, batang, buah, dan bunga <em>S. torvum</em> diketahui mengandung beberapa golongan metabolit primer dan sekunder yaitu karbohidrat, protein, flavonoid, alkaloid, glikosida, saponin, tanin, triterpenoid, dan steroid. Akar <em>S. torvum</em> diketahui mengandung jurubine. <em>S. torvum</em> juga mengandung beberapa mineral makro dan mikro diantaranya sulfur, kalsium, magnesium, besi, klorin, fosfor dan natrium<em>. S. torvum</em> mampu menghambat pertumbuhan berbagai bakteri Gram positif dan negatif yang telah terbukti melalui pengujian secara <em>in vitro</em> dengan menggunakan metode dilusi dan difusi. Kesimpulan: Daun, batang, buah, bunga dan akar. <em>S. torvum</em> memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Senyawa yang terkandung di dalam <em>S. torvum</em> diduga berperan terhadap aktivitas antibakterinya. Metabolit sekunder yang diduga memiliki efek antibakteri yaitu alkaloid, flavonoid, glikosida, saponin, tanin, triterpenoid, dan steroid.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Antibakteri, kandungan fitokimia, <em>solanum torvum</em>, takokak</p> <p> </p> <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><em>Takokak (Solanum torvum Sw.) is a plant that is widely used in traditional medicine to cure various diseases, one of which is associated with its effect on treating bacterial infections. The article aimed to provide information regarding the phytochemical content of S. torvum and its potential as an antibacterial agent. The preparation of this article used the literature review of articles that have been published in both national and international scientific journals. Results<strong>:</strong> The leaves, stems, fruits, and flowers of S. torvum contained several classes of primary and secondary metabolites, namely carbohydrates, proteins, flavonoids, alkaloids, glycosides, saponins, tannins, triterpenoids, and steroids. The root of S. torvum was known to contain jurubine. S. torvum also contained several macro and micro minerals including sulfur, calcium, magnesium, iron, chlorine, phosphorus, and sodium. S. torvum was able to inhibit the growth of various Gram-positive and negative bacteria which</em> <em>have been proven through in vitro testing with dilution and diffusion methods. Conclusion<strong>:</strong> Leaves, stems, fruit, flowers, and roots S. torvum had antibacterial activities. The compounds contained in S. torvum are thought to have a role in its antibacterial activities. Secondary metabolites that are thought to have antibacterial effects namely flavonoids, alkaloids, glycosides, saponins, tannins, triterpenoids, and steroids.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong> <em>Antibacterial, phytochemical content, solanum torvum, takokak.</em></p> Ida Ayu Wiryani, Ni Nyoman Ayu Sri Sinta Devi, Meylana Ayu Melinda, Ni Putu Eka Leliqia Hak Cipta (c) 2024 Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://kjif.unjani.ac.id/index.php/kjif/article/view/644 Sab, 30 Des 2023 00:00:00 +0800