UJI EFEK BRONKODILATOR EKSTRAK AIR BUNGA KECUBUNG GUNUNG (Brugmansia suaveolens Bercht & Presl)

Ita Nur Anisa, Andreanus A Soedarmadji, Djuliana Djuliana

Sari


ABSTRAK

 

Bunga kecubung gunung secara tradisional telah di pakai sebagai antiasmatik. Napas marmot yang diinduksi oleh histamin dihidroklorida secara inhalasi dan diberikan ekstrak air bunga kecubung gunung. Diuji dengan menggunakan cara vogel, dengan modifikasi metode perekaman pola pernapasan. Kemudian direkam pola pernapasannya selama 5 menit sampai diperoleh pola pernapasan marmot yang diinduksi asma. Ekstrak air bunga kecubung gunung dosis 40 mg/kg bb memiliki efek yang paling baik dibandingkan kedua dosis yang lainnya pada P<0,05 dengan uji t-student, dan setara dengan pembanding salbutamol sulfat 0,16 mg/kg bb.

 

Kata kunci:     bunga kecubung gunung, bronkodilator, ekstrak air, histamin dihidroklorida

 

ABSTRACT

 

Brugmansia suaveolens leaves have traditionally been in use as antiasthmatic. Shortness of guinea pig induced by histamine dihydrochloride administered by inhalation and  aqueous extract of leaves Brugmansia suaveolens. Tested using the method Vogel, with modification of the method  of  recording breathing patterns. Then the breathing pattern was recorded for 5 minutes until a guinea pig respiratory pattern induced asthma. Brugmansia suaveolens leaves aqueous extract dose of 40 mg / kg bw had a most excellent effect compared to the other two doses at P < 0.05 by Student 's t-test , and as well as a comparison of salbutamol sulphate equivalent to 0.16 mg / kg bw.

 

Keywords : Brugmansia suaveolens leaves, bronchodilators, extract water, Histamine dihydrochloride.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Departemen Kesehatan Republik Indonesia (1985) : Cara pembuatan simplisia, Depkes RI, Jakarta, 4-20..

Departemen Kesehatan Republik Indonesia(2000) : Inventaris tanaman obat indonesia jilid 1, Depkes dan kesejahteraan sosial RI, Balitbangkes, Jakarta. Hal 43-44.

Dipiro (2009), Pharmacotherapy, 7th edition, Mc. Graw Hill Medical.

Hutapea, J. R. dkk (1993), Inventaris tanaman obat indonesia Jilid II, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Balitbangkes, Jakarta.

Kelompok Kerja Ilmiah Phyto Medica, 1991, Pedoman Pengujian dan Pengembangan Fitofarmaka, Penapisan Farmakologi, Pengujian Fitokimia dan Pengujian Klinik, Yayasan Pengembangan Obat Bahan Alam, Phyto Medica, Jakarta, Halaman 43 – 45

Vogel, H.G. (2002) : Drug Discovery and Evaluation, Pharmacological Assay, 2nd ed., Springer, Frankfurt am Main, 323.

World Health Organization (1998) : Quality control methods for medicinal plant materials, WHO, Geneva




DOI: http://dx.doi.org/10.26874/kjif.v4i1.49

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Visitors Statistic

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.