- Arsip
- Vol 10 No 1 (2025)
- Articles
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DALAM SEDIAAN MASKER PEEL-OFF
Isi Artikel Utama
Kulit bawang merah kaya akan serat, polifenol, flavonoid, terpenoid, steroid, tannin, dan antosianin. Senyawa bioaktif pada tanaman yang bersifat fotoprotektif dapat menyerap sinar UV dan memiliki aktivitas antioksidan adalah flavonoid dan antosianin. Berdasarkan kandungan senyawa aktif dalam kulit bawang merah tersebut dapat dikembangkan menjadi sediaan masker antioksidan. Masker peel-off memberikan manfaat lebih optimal dalam mengangkat sel kulit mati, membersihkan pori-pori, peremajaan kulit, memberikan sensasi segar dan lembap pada kulit serta mengurangi dampak paparan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi limbah kulit bawang merah dan memaksimalkan pemanfaatannya dengan pengembangan menjadi produk masker antioksidan. Metode penelitian ini menggunakan eksperimental laboratorium dengan konsentrasi ekstrak kulit bawang merah sebesar 5%, 8%, dan 11%. Ekstrak kulit bawang merah dibuat formula masker peel-off kemudian diuji mutu dan aktivitasnya sebagai antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan semua sediaan F1 (5%), F2 (8%) dan F3 (11%) telah memenuhi standar mutu sediaan masker peel-off dengan pH pada rentang 4,7-5,6; viskositas berkisar 1.755,6-3.742,6 cPs; waktu mengering 18-30 menit dan kategori sangat kuat sebagai antioksidan dengan IC50 berturut-turut 5,64; 5,50; 4,53 ppm. Berdasarkan penelitian ini, disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan tertinggi pada F3 dengan nilai IC50 sebesar 4,53 ppm yang hampir setara dengan aktivitas antioksidan asam askorbat sebesar 4,37 ppm.
Kata kunci: Antioksidan, bawang merah, masker, peel-off
Shallot skins are rich in fiber, polyphenols, flavonoids, terpenoids, steroids, tannins, and anthocyanins. Flavonoids and anthocyanins are bioactive compounds possessing antioxidant activity and photoprotective properties capable of absorbing UV rays. Given this content of active compounds, shallot skins can be developed into antioxidant peel-off mask formulations. Peel-off masks offer optimal benefits by removing dead skin cells, cleansing pores, rejuvenating the skin, providing a refreshing and moisturizing sensation, and mitigating the impact of free radical exposure. This study aimed to maximize the utilization of shallot skins and reduce waste by developing an antioxidant peel-off mask product. An experimental laboratory method was employed, utilizing shallot skin extract concentrations of 5%, 8%, and 11%. The extract was formulated into peel-off masks, which were subsequently tested for quality and antioxidant activity. The results showed that all formulations F1 (5%), F2 (8%), and F3 (11%) met quality standards for peel-off masks, with pH levels ranging from 4.7 to 5.6, viscosity between 1,755.6 and 3,742.6 cP, and drying times of 18–30 minutes. All formulations exhibited "very strong" antioxidant activity, with IC50 values of 5.64, 5.50, and 4.53 ppm, respectively. The study concludes that the formulation with the highest antioxidant activity was F3, with an IC50 value of 4.53 ppm—a level nearly equivalent to the antioxidant activity of ascorbic acid (4.37 ppm).
Keywords: Antioxidant, red onion, mask, peel-off
Anggraito, Y.U. et al. (2018) Metabolit Sekunder dari Tanaman :Aplikasi dan Produksi. Edited by A. Faris. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
Anonim (2000) Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat.pdf. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Anonim (2020) FARMAKOPE INDONESIA. VI. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Arung, E.T. et al. (2011) “Tyrosinase Inhibitory Effect of Quercetin 4 ’ -O -β- D-Glucopyranoside from Dried Skin of Red Onion (Allium cepa),” Natural Product Research, 25(3), pp. 256–263.
Draelos, Z.D. and Thaman, L.A. (2006) Cosmetic Formulation of Skin Care Products. Edited by E. Jungermann. New York: Taylor & Francis Group.
Fasya, A.G. et al. (2020) “Aktivitas Antioksidan Isolat Steroid Hasil Kromatografi Lapis Tipis dari Fraksi n-Heksana Hydrilla verticillata,” Alchemy: Journal of Chemistry, 8(1), pp. 23–34.
Fitrian, A. et al. (2025) “Efektivitas Peel-Off Face Mask Ekstrak Biji Pinang (Areca catechu L) Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus epidermidis,” Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi, 14(2), pp. 194–201. Available at: https://doi.org/10.30591/pjif.v14i2.8667.
Gandjar, I.G. and Rohman, A. (2019) Kimia Farmasi Analisis. Edited by Sudjadi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Yogyakarta.
Harborne, J.B. (1987) Metode Fitokimia: Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. II. Edited by K. Padmawinata and I. Soediro. Bandung: ITB Bandung.
Hasby et al. (2022) Pemanfaatan Metabolit Sekunder dalam Berbagai Bidang. Edited by Andriyanto. Klaten: Lakeisha.
Himawan, H.C., Masaenah, E. and Putri, V.C.E. (2018) “Aktivitas Antioksidan dan SPF Sediaan Krim Tabir Surya dari Ekstrak Etanol 70% Kulit Buah Pisang Ambon (Musa acuminata Colla),” Jurnal Farmamedika, 3(2), pp. 73–81.
Lestario, L.N., Rahayuni, E. and Timotius, K.H. (2011) “Kandungan Antosianin dan Identifikasi Antosianidin dari Kulit Buah Jenitri (Elaeocarpus angustifolius Blume),” Agritech, 31(2), pp. 93–101.
Mandasari, V., Anam, S. and Yuyun, Y. (2016) “The Assay of Nipagin in Body Lotions With No Marketing Authorizations Distributed in Traditional Markets in Palu City,” Kovalen: Jurnal Riset Kimia, 2(3), pp. 73–79.
Mardiah, N. et al. (2017) “Penentuan Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Kulit Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Dengan Metode DPPH,” Jurnal Pharmascience, 04(02), pp. 147–154.
Martati, E. and Simamora, G.M. (2021) “Karakteristik Fisik-Kimia dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanolik Kulit Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Yang Diekstrak Menggunakan Microwave-Assisted Extraction,” Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 10(2), pp. 39–45.
Mulja, M. and Suharman (1995) Analisis Instrumental. I. Surabaya: Airlangga University Press.
Mustapa, M.A. et al. (2024) “Penetapan kadar Nipagin (Methyl Paraben) pada Body Lotion yang Beredar di Kota Gorontalo secara Spektrofotometri UV-Vis,” Journal Syifa Sciences and Clinical Research, 6(1), pp. 89–96.
Najihudin, A., Chaerunisaa, A. and Subarnas, A. (2017) “Aktivitas Antioksidan Ekstrak dan Fraksi Kulit Batang Trengguli (Cassia fistula) dengan Metode DPPH,” Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology, 4(2), pp. 70–78.
Ningrum, W.A. (2018) “Pembuatan dan Evaluasi Fisik Sediaan Masker Gel Peel-off Ekstrak Etanol Daun Teh (Camellia sinensis L.),” Jurnal Farmasi Sains dan Praktis, IV(2), pp. 57–61.
Prabowo, A. and Noer, S. (2020) “Uji Kualitatif Fitokimia Kulit Bawang Merah (Allium ascalonicum),” SINASIS: Prosiding Seminar Nasional Sains, 1(1), pp. 250–253.
Pratiwi, F.A., Amal, S. and Susilowati, F. (2018) “Variasi Jenis Humektan Pada Formulasi Sediaan Masker Gel Peel Off Ekstrak Kulit Buah Pisang Kepok (Musa paradisiaca pericarpium),” Pharmasipha, 2(2), pp. 30–38.
Pratiwi, L. and Wahdaningsih, S. (2018) “Formulasi dan Aktivitas Antioksidan Masker Wajah Gel Peel Off Ekstrak Metanol Buah Pepaya (Carica papaya L.),” Pharmacy Medical Journal, 1(2), pp. 50–62.
Rahayu, S., Kurniasih, N. and Amalia, V. (2015) “Ekstraksi dan Identifikasi Senyawa Flavonoid Limbah Kulit Bawang Merah Sebagai Antioksidan Alami,” Al Kimiya, 2(1), pp. 1–8.
Rahayu, T.D., Ardana, M. and Rijai, L. (2017) “Potensi Kulit Bawang Merah (Allium cepa L) Sebagai Anitoksidan dan Tabir Surya,” in Mulawarman Pharmaceutical Conference. Samarinda, pp. 84–89.
Ratnapuri, P.H. et al. (2020) “Karakterisitik Fisika dan Kimia Sediaan Krim Ekstrak Kulit Bawang Merah (Allium ascalonicum) Dengan Variasi Konsentrasi Ekstrak,” in Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah. Banjarmasin: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Lambung Mangkurat, pp. 36–41.
Samsul, E. and Sinala, S. (2022) “Formulasi Masker Gel Peel Off Ekstrak Kulit Buah Langsat (Lansium domesticum L) dengan Variasi PVA (Polivinil Alkohol),” 8(2).
Sari, E.K., Anantarini, N.P.D. and Dellima, B.R.E.M. (2024) “Uji Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun Serai Wangi (Cymbopogon nardus L.) Secara In Vitro dengan Metode HRBC (Human Red Blood Cell),” Kartika: Jurnal Ilmiah Farmasi, 9(1), pp. 1–17. Available at: https://doi.org/10.26874/kjif.v9i1.636.
Sawitri, S.B., Dewi, Y.R., et al. (2025) “Efektivitas Sun Protecting Factor Serum Ekstrak Biji Pinang (Areca catechu L.) Sebagai Tabir Surya,” Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi, 14(2), pp. 133–142. Available at: https://doi.org/10.30591/pjif.v14i2.8613.
Sawitri, S.B., Mahardika, M.P., et al. (2025) “Pewarna Alami Ekstrak Biji Pinang (Areca catechu L.) Pada Sediaan Pelembab Bibir Dengan Kombinasi Basis Minyak,” CERATA Jurnal Ilmu Farmasi, 16(1), pp. 51–59. Available at: https://doi.org/10.61902/cerata.v16i1.971.
Sawitri, S.B., Fitrian, A. and Fatihah, N.I. (2024) “Karakteristik Sediaan Lip Balm dengan Pewarna Alami Ekstrak Biji Buah Pinang (Areca catechu L.),” Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi, 13(2), pp. 195–203. Available at: https://doi.org/10.30591/pjif.v13i2.6565.
Tranggono, I.R. and Latifah (2007). Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Tristantini, D. et al. (2016) “Pengujian Aktivitas Antioksidan Menggunakan Metode DPPH pada Daun Tanjung (Mimusops elengi L),” in Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia “Kejuangan.” Yogyakarta: Program Studi Teknik Kimia, UPN Veteran Yogyakarta, pp. 1–7.
Voight, R. (1995) Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. V. Yogyakarta: Gadjah Mada Press.
Wulandari, L., Suhartinah and Nopiyanti, V. (2021) “Formulasi dan Uji Aktivitas Perlindungan Tabir Surya Emulgel Ekstrak Etanol Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) secara In Vitro dan In Vivo,” CERATA Jurnal Ilmu Farmasi, 12(1), pp. 1–9.
Wulantresna, D., Zuhrotun, A. and Chaerunnisa, A.Y. (2024) “Masker Wajah Dengan Bahan Aktif Ekstrak Cempaka Kuning,” Kartika: Jurnal Ilmiah Farmasi, 9(1), pp. 54–71. Available at: https://doi.org/10.26874/kjif.v9i1.648.















