ANALISIS CEMARAN Escherichia coli DAN Salmonella typhi PADA JAMU GENDONG DENGAN METODE MOST PROBABLE NUMBER (MPN)
DOI:
https://doi.org/10.26874/kjif.v9i3.809Kata Kunci:
Escherichia coli, jamu beras kencur, jamu kunyit asam, Most Probable Number, Salmonella typhiAbstrak
Konsumsi jamu kunyit asam dan beras kencur merupakan bagian penting dari budaya Indonesia. Jamu kunyit asam, yang terbuat dari campuran kunyit dan asam, diyakini dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan masalah pencernaan. Jamu beras kencur, yang terbuat dari campuran beras dan kencur, memiliki manfaat untuk meningkatkan stamina dan menghilangkan pegal-pegal. Namun, produksi jamu secara tradisional tanpa standar kebersihan yang ketat dapat menyebabkan kontaminasi oleh mikroorganisme patogen seperti Escherichia coli dan Salmonella typhi. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui adanya bakteri Escherichia coli dan Salmonella typhi pada jamu kunyit asam dan beras kencur serta menganalisis kualitas jamu kunyit asam dan beras kencur yang beredar di pasaran dengan mengacu pada persyaratan mutu obat tradisional yang telah ditetapkan. Analisis mikroba patogen menggunakan metode Most Probable Number (MPN) menunjukkan bahwa nilai MPN pada uji praduga menggunakan media Lactose Broth dan penegas menggunakan media Brilliant Green Lactose Broth berkisar 0-18,98 MPN/mL. Sebanyak 1 dari 4 sampel jamu kunyit asam dan 3 dari 4 sampel jamu beras kencur tidak memenuhi batas cemaran yang diizinkan. Pada uji pelengkap didapatkan hasil sebanyak 7 sampel positif tercemar Escherichia coli, yaitu jamu dengan kode A1, A2, B1, B2, C2, D1, dan D2, dan selain itu, terdapat 4 sampel positif tercemar Salmonella typhi, yaitu jamu dengan kode A1, D1, C2, dan D2.
Kata kunci: Escherichia coli, jamu beras kencur, jamu kunyit asam, most probable number, salmonella typhi
Abstract
The consumption of jamu kunyit asam and beras kencur is an important part of Indonesian culture. Turmeric and tamarind jamu, made from a mixture of turmeric and tamarind, is believed to improve the immune systeme and digestive problems. Rice kencur jamu which is made from a mixture of rice and kencur, has benefits for increasing energy and reducing aches and pains. However, the traditional production of jamu, often lacking strict hygiene standards, can lead to contamination by pathogenic microorganisms such as Escherichia coli and Salmonella typhi. This study aims to determine the presence of Escherichia coli and Salmonella typhi bacteria in turmeric and tamarind jamu and kencur rice and to analyze the quality of turmeric and tamarind jamu and kencur rice circulating in the market by referring to the quality standards of traditional medicines that have been set. Analysis of pathogenic microbes using the Most Probable Number (MPN) method shows that the MPN value in the presumptive test using Lactose Broth media and confirmation using Brilliant Green Lactose Broth media ranges from 0-18,98 MPN/mL. As many as 1 out of 4 samples of turmeric and tamarind jamu and 3 out of 4 samples of rice and kencur jamu did not meet the permitted contamination limits. In the complementary test, the results obtained were 7 positive samples contaminates with Escherichia coli, namely jamu with codes A1, A2, B1, B2, C2, D1, and D2, and beside that, there were 4 positive samples contaminated with Salmonella typhi, namely jamu with codes A1, D1, C2, and D2.
Keywords: Escherichia coli, jamu beras kencur, jamu kunyit asam, most probable number, salmonella typhi
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan artikel pada jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Penulis memberikan hak cipta dan jaminan atas artikel sebagai publikasi pertama, yang memberikan kesempatan pada orang lain untuk membagi artikel dibawah lisensi Creative Commons Attribution License
- Penulis dapat melakukan perubahan dan menambahkan untuk pendistribusian artikel yang terpublikasi secara non eksklusif (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat mengarah pada pertukaran produktif, serta kutipan pekerjaan sebelumnya dan lebih besar yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).
















