Telaah Potensi Interaksi Obat Resep Polifarmasi Klinik Jantung pada Salah Satu Rumah Sakit di Bandung

Alfi Nurul Islamiyah

Sari


Reaksi obat yang tidak dikehendaki (ROM) adalah salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Sekitar sepertiga kasus ROM yang dapat dicegah merupakan interaksi obat. Obat kardiovaskular yang diresepkan secara tidak tepat bertanggung jawab atas hampir 25% dari semua ROM yang dapat dicegah, Saat ini, polifarmasi adalah hal biasa dijumpai dalam praktik kefarmasian. Studi observasional retrospektif dilakukan pada pasien rawat jalan klinik jantung salah satu rumah sakit di Bandung. DIlakukan identifikasi potensi interaksi obat pada resep dengan tujuh atau lebih obat (polifarmasi), untuk memberikan gambaran terkait frekuensi interaksi obat, obat yang terlibat dalam interaksi, dan tingkat keparahan interaksi obat. Terdapat 41 potensi interaksi obat dengan keparahan berat yang penting secara klinis, yang teridentifikasi pada 30 (22,06%) resep polifarmasi di klinik jantung. Sebanyak 8 (26,67%) resep diantaranya memiliki 2 potensi interaksi obat yang penting secara klinis, dan 1 (3,33%) resep memiliki 4 potensi interaksi obat yang penting secara klinis. Selain itu teridentifikasi pula 8 (19,51%) interaksi obat dengan indeks terapi sempit yaitu warfarin [5 (12,19%)] dan digoksin [3 (7,32%)]. Apoteker di rumah sakit harus berperan aktif dalam mengidentifikasi interaksi obat dan memberikan informasi terkait interaksi obat beserta rekomendasi manajemen terapi yang terbukti secara klinis.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Charlesworth, C. J. et al. (2015) ‘Polypharmacy among adults aged 65 years and older in the United States: 1988-2010’, Journals of Gerontology - Series A Biological Sciences and Medical Sciences, 70(8), pp. 989–995. doi: 10.1093/gerona/glv013.

Dipiro, J. T. et al. (2017) Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach. United States of America: McGraw-Hill Education.

Drugs Interaction Checker. (2020) diakses 10 Mei 2020 dari https://www.drugs.com/drug_interactions. html

Dunn, S. P., Holmes, D. R. and Moliterno, D. J. (2012) ‘Drug-drug interactions in cardiovascular catheterizations and interventions’, JACC: Cardiovascular Interventions. Elsevier Inc., 5(12), pp. 1195–1208. doi: 10.1016/j.jcin.2012.10.005.

Fajriansyah, Tahir, H. and Kombong, A. (2016) ‘Kajian Drug Relation Problem (DRPs) Kategori Interaksi Obat, Over Dosis dan Dosis Subterapi pada Pasien Gagal Jantung Kongestif di RSUP Universitas Hasanuddin’, Jurnal Ilmiah Farmasi, 5(1), pp. 91–102.

Hakkarainen, K. M. et al. (2012) ‘Percentage of Patients with Preventable Adverse Drug Reactions and Preventability of Adverse Drug Reactions –’, 7(3), pp. 11–13. doi: 10.1371/journal.pone.0033236.

Iyer, S. V et al. (no date) ‘Learning Signals of Adverse Drug-Drug Interactions from the Unstructured Text of Electronic Health Records’, 23, pp. 83–87.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2019) Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.

Lenander, C. et al. (2014) ‘Effects of a pharmacist-led structured medication review in primary care on drug-related problems and hospital admission rates : a randomized controlled trial’, (August 2013), pp. 180–186. doi: 10.3109/02813432.2014.972062.

Maher Jr., R. L., Hanlon, J. T., and Hajjar, E. R. (2014) 'CLinical Consequnces of Polypharmacy in Elderly', Expert Opinion Drug Safetty, 13(1). doi: 10.1517/14740338/2013.827660.

Mateti, U. V. et al. (2011) ‘Drug-drug interactions in hospitalized cardiac patients’, Journal of Young MPharmacists, 3(4), pp. 329–333. doi: 10.4103/0975-1483.90246.

Medscape Drug Interaction Checker. (2020) diakses 10 Mei 2020 dari https://reference.medscape.com/ drug-interactionchecker

Pirmohamed, M. et al. (2004) ‘Adverse drug reactions as cause of admission to hospital ’:, 329(July), pp. 15–19.

Pusat Informasi Obat Nasional BPOM RI. (2020) diakses 12 April 2020 dari http://pionas.pom.go.id/ ioni/lampiran-1-interaksi-obat-0

Rama, M. et al. (2012) 'Assessment of Drug-Drug Interactions among Renal Failure Patients of Nephrology Ward in a South Indian Tertiary Care Hospital', Indian Journal of Pharmaceutical Sciences, 74(1), pp. 63-68. doi: 10.4103/0250-474X.102545.

Solberg, L. I. et al. (2020) ‘Measuring Patient Safety in Ambulatory Care : Potential for Identifying Medical Group Drug " Drug Interaction Rates Using Claims Data’, 10(2004), pp. 1–8.

Stockley, I. H. (2008) ‘Stockley ’s Drug Interactions’, Pharmaceutical Press. doi: 10.1345/aph.1G691.

Sulistiyowatiningsih, E., Nurul Hidayati, S. and Febrianti, Y. (2016) ‘Kajian Interaksi Obat Pada Pasien Gagal Jantung Dengan Gangguan Fungsi Ginjal Di Instalasi Rawat Inap Rsup Dr. Sardjito Yogyakarta Periode 2009-2013’, Jurnal Ilmiah Farmasi, 12(1), pp. 35–43. doi: 10.20885/jif.vol12.iss1.art4.

Zhou, Y. T. et al. (2014) ‘Pharmacokinetic drug-drug interactions between 1,4-dihydropyridine calcium channel blockers and statins: Factors determining interaction strength and relevant clinical risk management’, Therapeutics and Clinical Risk Management, 10(1), pp. 17–26. doi: 10.2147/TCRM.S55512.

Zukkoor, S. and Thohan, V. (2020) ‘Drug-Drug Interactions of Common Cardiac Medications and Chemotherapeutic Agents’, pp. 1–8.




DOI: http://dx.doi.org/10.26874/kjif.v8i1.283

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Visitors Statistic

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.