Uji aktivitas gel ekstrak daun pohpohan (Pilea trinervia W.) terhadap penyembuhan luka bakar pada kelinci (Oryctolagus cuniculus)

Via Fitria, Rafiki Fahrul Arifin, Nia Kurniasih

Sari


Abstrak

 

Masyarakat Indonesia mengenal dan memanfaatkan tanaman berkhasiat obat sebagai salah satu upaya dalam penanggulangan masalah kesehatan. Salah satu tanaman berkhasiat untuk menyembuhkan luka bakar adalah daun pohpohan (Pilea trinervia W.). Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas gel ekstrak daun pohpohan (Pilea trinervia W.) terhadap penyembuhan luka bakar pada kelinci. Pembuatan gel dilakukan pada beberapa konsentrasi ekstrak daun pohpohan, yaitu 0,5, 1, dan 2%, Setelah dilakukan pembuatan gel, maka dilakukan evaluasi gel untuk mengetahui kualitas sediaan, meliputi uji organoleptis, homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji aktivitas luka bakar. Uji aktivitas luka bakar dilakukan pada 3 ekor kelinci jantan dengan 5 sisi perlakuan pada tiap kelinci, dan diinduksi dengan logam panas dengan alat uji Rafiky’sTool Pressure Test. Sebagai pembanding digunakan Bioplacenton®. Pemberian gel pada pengobatan luka bakar dilakukan 2 kali sehari. Parameter yang diukur adalah diameter luka bakar selama 10 hari. Data hasil uji aktivitas luka bakar diuji statistik menggunakan uji non parametric Kruskal-Wallis dan uji lanjut Mann Whitney. Hasil evaluasi gel menunjukkan bahwa gel yang mengandung ekstrak daun pohpohan konsentrasi 0,5, 1, dan 2% memenuhi persyaratan homogenitas, pH, daya penyebaran dan daya lekat. Hasil uji aktivitas luka bakar menunjukkan bahwa gel dengan konsentrasi ekstrak pohpohan 0,5, 1, dan 2% mampu menurunkan diameter luka bakar lebih cepat dibandingkan kontrol. Kelompok ekstrak daun pohpohan 2% memiliki aktivitas penyembuhan luka bakar paling cepat dan hampir sama dengan kontrol positif Bioplacenton®. Dapat disimpulkan bahwa gel yang mengandung ekstrak pohpohan mempunyai aktivitas menyembuhkan luka bakar.

 

Kata kunci:     Daun pohpohan (Pilea trinervia W.), Gel, Luka bakar

 

Wound healing activity of pohpohan (Pilea trinervia W.) extract gel on rabbit

 

Abstract

 

Indonesian people recognize and utilize nutritious crops as one of the efforts in the prevention of health problems. One of the nutritious plants to heal burns is the leaves of pohpohan (Pilea trinervia W.). This study aims to test the activity of pohpohan leaf extract (Pilea trinervia W.) on the healing of burns in rabbits. Preparation of gel is done on some concentration of pohpohan leaf extract, that is 0,5, 1, and 2%. After gel making, gel evaluation is done to know the quality of preparation, including organoleptic test, homogeneity, pH test, spreading test, sticky, and burn activity test. Burning activity test was performed on 3 male rabbits with 5 treatment sides on each rabbit, and induced with hot metal by Rafiky'sTool Pressure Test. For comparison use Bioplacenton®. Gels on the treatment of burns done 2 times a day. Parameters measured were burn diameter for 10 days. Data on burn activity test results were tested statistically using non-parametric Kruskal-Wallis test and further test of Mann Whitney. The results of gel evaluation showed that the gel containing pohpohan leaves extract concentration of 0.5, 1, and 2% fulfilled the homogeneity, pH, dispersion and stickiness requirements. The result of burn activity test showed that gel with concentration of 0,5, 1, and 2% extract pohpohan able to reduce burn burn diameter faster than control. The 2% pohpohan leaf extract group has the fastest burn healing activity and almost equal to the positive control of Bioplacenton®. It can be concluded that gel containing pohpohan extract has activity to heal burns.

 

Keywords:  Pohpohan (Pilea trinervia W.), Gel, Wound healing


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Dewantari, D. R. (2015). Formulasi Dan Uji Aktivtas Gel Ekstrak Daun Petai Cina (Leucaena glauca, Benth) Sebagai Sediaan Obat Luka Bakar. FARMASAINS Vol 2 No. 5, April 2015, 217-222.

Haris, M. (2011). Penentuan Kadar Flavonoid Total Dan Aktivitas Antioksidan Dari Getah Jarak Pagar Dengan Spektrofotometer UV-Visibel. Skripsi Fakultas Farmasi Universitas Andalas.

Putra, V. G. (2015). Pengaruh Kinetin Dan Asam 2,4 Diklorofenoksiasetat Terhadap kandungan Metabolit Sekunder Kalus Daun Pohpohan (Pilea trinervia Wight). Fakultas Teknobiologi Program Studi Biologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Rahayuningsih, N. (2014). Uji Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Etanol Daun Pohpohan (Pilea trinervia Wight.) Pada Mencit Putih Jantan Galur Swiss Webster. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 12 No 1 Agustus 2014, 1-9.

Sumartiningsih, S. (2009). Pengaruh Pemberian Binahong (Anradera Cordifolia) Terhadap Sel Radang dan Sel Fibroblast Pada Hematoma Regio Femoris Ventralis RattusNorvegicus Strain Wistar Jantan. Karya Ilmiah Program Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya.

Swastika, A. (2013). Aktivitas Antioksidan Krim Ekstrak Sari Tomat (Solanum lycopersium L.). Traditional Medicine Journal, 132-140.

Syamsuni, H. (2006). Farmasetika Dasar Dan Hitungan Farmasi. Jakarta: EGC.

Tiwari, V. K. (2012). Burn Wound : How It Differs From Other Wounds. Indian: Journal of Plastic Surgery Vol. 45, 364-373.

Ulaen, S. (2012). Pembuatan Salep Anti Jerawat Dari Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.). Jurnal Ilmiah Farmasi, 45-49.




DOI: http://dx.doi.org/10.26874/kjif.v5i2.120

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Visitors Statistic

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.